Meski Tak Berhasil 100%, MTI Sarankan Aturan Ganjil Genap Dicoba di Tol
- May 9, 2017
- 2 min read
JAKARTA - Rifanfinancindo -- Silang pendapat masih terjadi terkait wacana aturan ganjil genap saat mudik Lebaran. Pihak Kementerian Perhubungan sebagai pemangku kebijakan juga masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang terjadi atas pemberlakuan kebijakan ini.

Beberapa pihak justru menilai aturan ganjil genap hanya akan menambah kemacetan yang terjadi saat mudik lebaran.
Kendati tingkat kesuksesan dari pemberlakuan peraturan ini tidak mencapai 100%, tetapi Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas menyatakan bahwa aturan ini patut dicoba.
"Pada praktiknya memang tidak akan 100% berhasil. Mungkin ada penyimpangan, tapi itu jauh lebih baik dibanding hanya diwacanakan," terangnya dalan acara ‘Diskusi Bersama Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)’ di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (9/5/2017).
Penerapan aturan ini, menurutnya, pasti akan berdampak pada pengaturan lalu lintas. Para pemudik tidak hanya akan bertumpu pada jalan tol saja, tapi juga jalan arteri lainnya. Sehingga dengan aturan ganjil genap akan ada distribusi kendaraan.
"Untuk kendaraan yang sesuai, aturan boleh lewat tol, tapi kalau tidak, bisa menggunakan jalan arteri lainnya," tambahnya.
Masyarakat diminta untuk tidak terlalu mengkhawatirkan dampak buruk yang terjadi. Dibanding dampak negatif, aturan ini justru membawa solusi bagi kemacetan ketika mudik.
"Tapi menurut saya dicoba saja. Lebaran ini kan terjadi setiap tahun, jadi tahun ini kita terapkan sebagai pengalaman," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan bahwa penambahan mengenai aturan ganjil genap ini akan diputuskan pada bulan Mei.
Hingga saat ini, pihaknya masih mendengar berbagai masukan sebelum menetapkan keputusan. Pemerintah pun tak akan memaksa menerapkan rencana ini apabila pada hasil pembahasan banyak pertentangan dari masyarakat.
JAKARTA - Rifanfinancindo -- Silang pendapat masih terjadi terkait wacana aturan ganjil genap saat mudik Lebaran. Pihak Kementerian Perhubungan sebagai pemangku kebijakan juga masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang terjadi atas pemberlakuan kebijakan ini.
Beberapa pihak justru menilai aturan ganjil genap hanya akan menambah kemacetan yang terjadi saat mudik lebaran.
Kendati tingkat kesuksesan dari pemberlakuan peraturan ini tidak mencapai 100%, tetapi Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas menyatakan bahwa aturan ini patut dicoba.
"Pada praktiknya memang tidak akan 100% berhasil. Mungkin ada penyimpangan, tapi itu jauh lebih baik dibanding hanya diwacanakan," terangnya dalan acara ‘Diskusi Bersama Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)’ di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (9/5/2017).
Penerapan aturan ini, menurutnya, pasti akan berdampak pada pengaturan lalu lintas. Para pemudik tidak hanya akan bertumpu pada jalan tol saja, tapi juga jalan arteri lainnya. Sehingga dengan aturan ganjil genap akan ada distribusi kendaraan.
"Untuk kendaraan yang sesuai, aturan boleh lewat tol, tapi kalau tidak, bisa menggunakan jalan arteri lainnya," tambahnya.
Masyarakat diminta untuk tidak terlalu mengkhawatirkan dampak buruk yang terjadi. Dibanding dampak negatif, aturan ini justru membawa solusi bagi kemacetan ketika mudik.
"Tapi menurut saya dicoba saja. Lebaran ini kan terjadi setiap tahun, jadi tahun ini kita terapkan sebagai pengalaman," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan bahwa penambahan mengenai aturan ganjil genap ini akan diputuskan pada bulan Mei.
Hingga saat ini, pihaknya masih mendengar berbagai masukan sebelum menetapkan keputusan. Pemerintah pun tak akan memaksa menerapkan rencana ini apabila pada hasil pembahasan banyak pertentangan dari masyarakat.
Rifanfinancindo






Comments