E-commerce Bakal Melesat, Ini Nasihat Sri Mulyani ke Pengusaha
- Nov 29, 2017
- 2 min read
Jakarta - Rifan Financindo || Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kontribusi sektor ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) masih kecil. Namun pertumbuhannya diproyeksikan tumbuh semakin pesat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi digital baru berkontribusi 7,3 persen terhadap PDB. Porsi e-commerce pun baru 2 persen dari total penjualan retail dengan jumlah pengguna e-commerce baru 9 persen dari total populasi Indonesia. Sri Mulyani memperkirakan angka di lapangan bisa melebihi data tersebut. "Terus terang, biro statistik Indonesia dalam meng-update statistiknya masih tidak terlalu cepat sehingga sering banyak fenomena yang belum tertangkap statistik kita," ujarnya di Jakarta International Expo, Jakarta, Selasa, 28 November 2017. Namun dia memprediksi kontribusinya tetap belum mendominasi. Meski sektor ekonomi digital masih kecil, dia mengatakan sektor itu akan terus tumbuh pesat. Pertumbuhannya didorong penetrasi Internet dan peningkatan jumlah populasi generasi muda. Terlebih, mayoritas penduduk Indonesia saat ini adalah anak muda. Sri Mulyani menuturkan fenomena tersebut harus disadari para pengusaha. "Cara generasi muda berinteraksi dan cara mereka berbelanja itu juga sangat dipengaruhi instrumen yang dimilikinya," ucapnya. Pergeseran belanja ke e-commerce saat ini mulai terlihat dari pertumbuhan penerimaan pajak subsektor jasa kurir dan pergudangan yang tumbuh sangat tinggi. Pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri untuk jasa kurir tumbuh 24 persen (year-on-year). Sedangkan pajak penghasilan (PPh) final 1 persen untuk jasa kurir tumbuh 33 persen. Bahkan PPh Pasal 23 tumbuh mencapai 113 persen (year-on-year). Adapun PPN perpajakan pergudangan meningkat 16 persen dan PPh final sewa mencapai 23 persen. Rifan Financindo || Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan tersebut menandakan adanya perubahan dari retail ke online. Sebab, bisnis online lebih membutuhkan gudang dibanding toko. Meski sektor ekonomi digital tumbuh pesat, sektor perdagangan, baik wholesale maupun retail, tetap tumbuh dua digit. Wholesale tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan dengan volume Rp 113 miliar, sementara retail tumbuh di bawah 5 persen (year-on-year).
Baca juga : PT RIFAN FINANCINDO | Penipuan Berkedok Perdagangan Berjangka Komoditi Marak di Indonesia PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Pialang Berjangka PT Rifan Bidik 200 Investor Baru di Semarang RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA |Rifan Financindo Berjangka Incar Kenaikan Nasabah 53% di Jawa Tengah RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan






Comments