Strategi IDI Cegah Penyebaran Difteri
- Dec 18, 2017
- 2 min read
PT Rifan Financindo || Penyakit menular difteri mulai menyeruak dan mewabah. Sekitar 38 anak Indonesia meninggal dunia akibat kasus difteri. Tentunya, mesti dibentuk langkah pencegahan dalam meminimalisasi penyebaran difteri.

Menurut Riskesdas 2013, alasan keluarga tidak imunisasi anak karena ketakutan anak menjadi demam, sering sakit hingga repot membawa anak ke tempat imunisasi. Selain itu, kelompok yang menentang pelaksanaan imunisasi juga memiliki berbagai alasan lain. Tidak heran, lebih dari 600 anak dirawat karena difteri. "Bayangkan, difteri membuat selaput putih anak muncul dan menyumbat tenggorokan hingga harus dibolongi tenggorokannya. Jantungnya juga bisa kena racun dari kuman yang sebabkan kematian. Ini harus dihentikan penyebarannya," ujar anggota Satgas Imunisasi IDAI, Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, dalam temu media di Kantor PB IDI, Jakarta, Senin 18 Desember 2017. Mudahnya penyebaran difteri melalui percikan liur, serta fakta bahwa hampir tiga per empat anak tidak pernah dilakukan vaksin DPT, membuat kasus ini menjadi mewabah. Soedjatmiko menerangkan bahwa ada strategi besar untuk mencegah penyebaran difteri. "Pertama, kalau sudah sakit, harus segera diisolasi serta tenaga kesehatan yang tangani kasus itu harus dapatkan imunisasi dan antibiotiknya. Selanjutnya, untuk menetapkan apakah anak memang difteri, harus periksa tenggorokan sendiri," paparnya. PT Rifan Financindo || Kemudian buka mulut anak, julurkan lidah, buka tenggorokan anak. “Lihat apakah ada selaput putih kotor. Ini langkah pertama," tuturnya. Ia menegaskan agar masyarakat mengikuti ORI serta menelaah kembali imunisasi anak. Dipaparkannya, imunisasi lengkap pada anak harus mencapai hingga 8 kali. "Vaksin lengkap itu kalau umur anak 1 tahun, sudah tiga kali DPT. Sampai 2 tahun, sudah empat kali, dan umur 5 tahun sudah lima kali suntik DPT. Di usia sekolah, berikan Bulan Imunisasi Anak Sekolah DPT sebanyak tiga kali. Totalnya menjadi delapan kali suntikan vaksin sebelum usia mencapai 16 tahun," ujarnya.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat






Comments