top of page

Banyak Kendala, Microsoft Belum Minat Bangun Data Center

  • Jan 24, 2018
  • 2 min read

Jakarta, Rifan Financindo || -- Microsoft tak akan membangun pusat penyimpanan data di Indonesia dalam waktu dekat. Mereka menilai masih banyak kendala yang menghalangi untuk membangun pusat data di sini.


Salah satu direktur Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi, menilai salah satu kendala membangun pusat data adalah ketersediaan pasokan listrik. Melihat kondisinya saat ini, Mulia merasa Microsoft belum perlu membangun server di sini. Kendati demikian, Mulia tak menampik suatu haru akan membangun pusat data di sini ketika kondisi di lapangan sudah membaik. "Mungkin suatu hari iya, karena ketika kita bangun data center, itu bukan data center ruko-rukoan," ucap Mulia ketika ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Selasa (23/1). Mulia mengatakan pusat data Microsoft sudah berada di level 4, salah satu cirinya adalah ketersediaan pasokan listrik dari tiga lapis sumber. Sementara di Indonesia, ia melihat sumber listrik baru bisa didapat dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan genset. Sementara di luar negeri, biasanya ada tambahan energi terbarukan seperti panel surya atau kincir angin. Di samping ketersediaan listrik, kendala lain yang dihadapi Microsoft untuk membangun pusat data adalah ketersediaan lahan. Perlu lahan minimal seluas 10 kilometer persegi tanpa ada permukiman di sekelilingnya. Luas itu diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan di pusat data agar tak menimbulkan korban jiwa. "Untuk mendapatkan sertifikasi level 4 itu memang tidak gampang." Microsoft memiliki sekitar 148 pusat data di 48 negara, termasuk Singapura dan Malaysia. Untuk sebuah pusat data yang dibangun, Microsoft mengklaim investasi yang harus mereka habiskan sekitar US$70 juta hingga US$300 juta. Faktor lain Microsoft belum membangun pusat data di sini adalah belum ada peraturan yang mengharuskan. Revisi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) masih menggodok detail penempatan pusat data di dalam negeri. Salah satu yang sudah dibahas adalah kategorisasi jenis data. Sejauh ini pemerintah sudah membagi data ke dalam tiga jenis yakni data strategis, data tinggi, dan data rendah. Data strategis adalah jenis data yang wajib disimpan dan dikelola di dalam negeri. Jenis data ini biasanya berhubungan dengan informasi intelijen, ketahanan pangan, hingga sektor energi. || Rifan Financindo ||




Baca juga : PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

 
 
 

Comments


Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
bottom of page