Uber Masuk Jepang, Sony Buat Platform Aliansi Taksi
- Feb 21, 2018
- 2 min read
JAKARTA — || Rifan Financindo || Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony, berencana melakukan bisnis gabungan dengan enam operator taksi di Jepang musim semi ini. Demikian pernyataan yang mereka keluarkan Selasa (20/2).

Aliansi itu tercipta sebagai reaksi terhadap Uber Technologies Inc, startup transportasi daring terbesar, yang sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan taksi di Jepang. Setelah bertahun-tahun tanpa aksi apa pun, semangat Jepang untuk transportasi daring tampaknya mulai muncul. Berdasarkan pernyataan tersebut, aliansi Sony bersama Checker Cab Group, Daiwa Motor Transportation Co, Hinomaru Kotsu Co, Kokusai Motorcars Co, Kotobuki Taxi Co, dan Green Cab Co jika digabungkan akan memiliki lebih dari 10.000 unit mobil untuk area Tokyo saja. Kemudian Sony akan mengembangkan aplikasi transportasi daring dengan kecanggihan teknologi artificial-intelligent serta memberikan jenis metode pembayaran. Nantinya, lanjut pernyataan tersebut, taksi-taksi yang berada di bawah grup yang sama dalam aliansi Sony dapat menggunakan platform aplikasi tersebut. Sony telah hadir selama bertahun-tahun di bisnis elektronik dan mendapatkan pemasukan tidak sedikit dari sana. Akan tetapi, perusahaan itu tidak memiliki pengalaman dalam bisnis transportasi daring, meskipun mereka telah lama menggunakan pembelajaran mesin untuk proyek internalnya, seperti robot anjing Aibo. Tahun lalu Sony telah membuka akses untuk pembelajaran lebih lanjut mengenai alat-alat perangkat lunak untuk menarik pengembang artificial-intelligence. Sony juga sudah memiliki divisi layanan, termasuk asuransi mobil. Untuk diketahui, saat ini Uber mencoba melebarkan sayapnya ke Jepang. Chief Excecutive Officer Dara Khosrowshahi sedang melawat ke Jepang untuk menggarisbawahi peluang pangsa pasar taksi di sana, yaitu sebesar 1,7 triliun yen atau setara US$16 miliar. || Rifan Financindo || Perusahaan yang berbasis di San Fransisco itu telah gagal bangkit dari dasar sejak diresmikan pada 2013 lalu karena beberapa aturan yang ketat. Oleh karena itu, mereka membangun pembicaraan untuk bisnis selanjutnya dengan operator taksi Negeri Sakura Daiichi Koutsu Sangyo Co, demikian dikutip dari Bloomberg, Rabu (21/2/2018).
Baca juga : PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat






Comments