top of page

Rupiah Masih Jeblok Usai Suku Bunga BI Naik, Ini Penyebabnya

  • May 21, 2018
  • 2 min read

JAKARTA, PT Rifan Financindo || - Keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin jadi 4,5 persen belum berdampak pada stabilisasi nilai tukar



rupiah, seperti harapan awal. Ada sejumlah hal yang dinilai mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar AS pasca-kenaikan suku bunga acuan. "Menurut saya, pelemahan rupiah pasca-keputusan BI kemarin turut juga dipengaruhi oleh koreksi di pasar keuangan seiring kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS yang selanjutnya memicu permintaan dollar AS di pasar global," kata Vice President Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede kepada Kompas.com, Jumat (18/5/2018). Kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat tercatat menyentuh level 3,07 persen, di mana itu merupakan level tertinggi untuk tahun ini. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan turut dinilai berdampak pada pasar keuangan, yakni pasar saham dan pasar obligasi. Menurut Josua, pelaku pasar sudah memprediksi kenaikan suku bunga acuan sehingga obligasi ditransaksikan pada imbal hasil yang lebih tinggi, menyebabkan harga obligasi jadi turun. Selain itu, kenaikan BI 7-DRRR mendorong kenaikan cost of borrowing, yang memengaruhi keuntungan perusahaan terbuka yang ujungnya berdampak pada pasar saham. "Kenaikan suku bunga acuan dapat mendorong investasi pasar uang akan cenderung lebih atraktif di tengah fluktuasi di pasar keuangan," tutur Josua. Adapun keputusan BI menaikkan suku bunga acuan dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tantangan kondisi global saat ini. Tantangan yang dimaksud adalah normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat yang direspons dengan pengetatan kebijakan moneter baik di negara maju maupun berkembang. Dikutip dari data Bloomberg, rupiah di pasar spot sore ini melemah 0,7 persen atau 98 poin menjadi Rp 14.156 per dollar AS. Sementara di Jisdor nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp 14.107 per dollar AS. || PT Rifan Financindo

Baca juga : PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA || pt rifan financindo


 
 
 

Comments


Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
bottom of page