Terjerat KPK, PLN hentikan sementara proyek PLTU Riau-1
- Jul 17, 2018
- 3 min read
JAKARTA. Rifanfinancindo || PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghentikan sementara proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Riau-1. Ini merupakan buntut adanya dugaan kasus korupsi yang menjerat Wakil Anggota Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, dengan pemilik PT Blackgold Natural Resources.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan proyek PLTU mulut tambang Riau-1 belum deal selama hampir dua tahun pembahasan. Adapun prosesnya baru masuk letter of intent (LoI) atau persyaratan-persyaratan yang diajukan PLN untuk memasuki tahapan perjanjian jual beli listrik (power purchasment agreement/PPA). "Karena ada kasus hukum, maka proyek ini kami breakdown sementara untuk dilakukan kajian-kajian khusus," ungkap Sofyan saat konferensi pers, Senin (16/7). Jenis proyek PLTU mulut tambang Riau-1 merupakan penunjukan langsung. PLN menunjuk anak usahanya, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), yang memiliki saham 51% dan sisanya 49% merupakan konsorsium antara China Huadian Engineering bersama PT Samantaka Batubara, yang merupakan anak usaha Blackgold Natural Resources. Kajian khusus Dengan penghentian sementara protek PLTU mulut tambang Riau-1, menurut Sofyan, tidak serta merta PLN langsung mencabut konsorsium tersebut. Pasalnya, hal itu perlu kajian khusus dan waktu yang panjang. "Nanti PT PJB yang bisa menunjuk. PJB yang proses juga apakah konsorsium ini dilanjutkan atau tidak," ungkap dia. Namun Sofyan belum bisa menargetkan kapan proyek tersebut kembali berjalan. Yang jelas, PLTU mulut tambang Riau-1 adalah bagian dari megaproyek 35.000 MW dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018 - 2027. "Baru bisa jalan lagi, hingga ada putusan hukumnya," ungkap Sofyan. Nilai investasi pembangkit listrik tersebut mencapai US$ 900 juta. Ketika ditanya perihal kasus suap yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemilik Blackgold Johannes Kotjo, Sofyan menyebutkan, ke depan PLN akan lebih berhati-hati. "Insya Allah untuk proses dan progres proyek, kami akan melaksanakannya secara profesional. Jika ada masalah di konsorsium, kami tidak bisa mendalaminya. Sebab urusan kami dengan anak usaha. Adapun konsorsium dan pihak asing itu satu bagian sendiri," ungkap Sofyan. Megaproyek tetap berjalan PT PLN menegaskan, megaproyek ketenagalistrikan 35.000 (MW) tidak terganggu, meski salah satu proyeknya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 terjerat kasus hukum. Sofyan Basir mengatakan, PLTU Riau 1 berkapasitas 2 x 300 MW akan beroperasi pada tahun 2023. Proses pembangunannya saat ini baru tahap awal pembentukan konsorsium. Jika proyek tersebut gagal, maka PLN bisa mengulang kembali dengan proses cepat. Sebab, proyek ini merupakan penunjukan langsung, yang dilaksanakan anak usaha PLN, yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). "Ini pelaksananya anak usaha yang terlibat dengan mitra lainnya," tuturnya. Sofyan mengungkapkan, proyek PLTU mulut tambang Riau-1 belum tahap pembangunan fisik, termasuk penetapan lokasi lahan tambang yang akan dibanggun PLTU. Rifanfinancindo ||
Baca juga : PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA || pt rifan financindo






Comments