Pacu Penyaluran Kredit Rumah, BTN Tak Gunakan Uang Muka 0%
- Aug 28, 2018
- 2 min read
PT Rifan Financindo || PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. tidak menerapkan program uang muka sebesar 0% sebagai upaya memacu pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR). Per Juli tahun ini, realisasi penyaluran KPR mencapai Rp 157,55 triliun atau naik 22,07% secara year on year.

Direktur BTN Iman Nugroho Soeko berpendapat, apabila diberlakukan uang muka KPR sebesar 0% maka nasabah menjadi semakin minim edukasi akan pentingnya menyisihkan pendapatan untuk membeli proporti. News Alert Dapatkan informasi terkini seputar ekonomi dan bisnis langsung lewat email Anda “Kami berkeinginan nasabah belajar menabung ketika mengambil KPR. Mengambil KPR adalah keputusan yang besar sehingga nasabah harus belajar menyisihkan pendapatan,"katanya, di Jakarta, Senin (27/8). Emiten bersandi saham BBTN tersebut menyatakan, pihaknya sudah punya program uang muka KPR rendah sebesar 1%. Ini merupakan bagian dari keterlibatan perseroan dalam program sejuta hunian bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, Direktur BTN Mahelan Prabantarikso menyatakan, kepercayaan diri perseroan bahwa penyaluran KPR bakal tumbuh lebih baik mengingat backlog perumahan tetap ada. Bagi bank spesialis kredit properti ini, khususnya KPR bersubsidi, tentu backlog dapat dimanfaatkan menjadi peluang bisnis. “Kami terus melakukan inovasi dan transformasi untuk menggarap peluang bisnis yang ada. BTN juga terus menggelar promosi untuk meningkatkan penyaluran kredit perseroan secara keseluruhan terutama KPR,” ujarnya Mahelan. BBTN menilai, sejumlah kebijakan di sektor properti bakal semakin menggairahkan bisnis KPR. Contohnya, relaksasi rasio loan to value ( LTV) dari BI, relaksasi Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dari Otoritas Jasa Keuangan, serta masuknya dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). PT Rifan Financindo || Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, sebanyak 75,21% konsumen menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial. Sekitar 16,13% lainnya memilih skema tunai bertahap, sedangkan 8,66% dengan skema tunai.
Baca juga : PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB PT.RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK RFB || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA || pt rifan financindo






Comments